DELUSIONAL DISORDER DAN MIMPI NABI ?

Ada yang bertanya kepada Maulana : “Apakah benar orang yang melihat Nabi Muhammad saw. secara terjaga itu merupakan pengaruh dari penyakit Delusional Disorder, apa pandangan Maulana dari aspek kesehatan?”.

Lalu Maulana menjawab :

Delusional Disorder, Paranoid Schizophrenia, Visual Hallucinations, nih aku sebut dengan nama-nama yang lainnya.

Pertama perlu diketahui bahwa orang yang memiliki penyakit psikologis seperti ini kemudian melihat Nabi Muhammad SAW dalam mimpi, dapat dipastikan bahwa mimpinya benar-benar terjaga dari halusinasi, karena Rasulullah SAW terlalu tinggi untuk diimajinasikan oleh halusinasi, kapan pun kamu melihat Nabi Muhammad SAW maka ketahuilah bahwa itu benar-benar Nabi Muhammad SAW Begitu pula setan tidak mampu untuk menyerupai Nabi.

Karena orang yang memiliki penyakit halusinasi, lalu dia dalam fase berobat, bahkan ada sebagian obat yang memang bisa menyebabkan halusinasi itu sendiri, baik halusinasi pendengaran ataupun penglihatan, sampai suka bilang : “Aku melihat jin!”. Padahal dia tidak melihat apapun, itu hanya halusinasi. Nah ketahuilah wahai anakku, jikalau kamu melihat Nabi Muhammad SAW dalam fase halusinasi ini ketahuilah bahwa itu benar-benar Nabi Muhammad SAW kamu terjaga dalam bagian ini, karena Nabi Muhammad SAW terlalu mulia untuk menjadi halusinasi, Nabi Muhammad SAW agung di mata Allah swt.

محمد حق ونبينا حق

Bukankah begitu? Sudah jangan khawatir, jika kamu lihat Nabi Muhammad saw. ketahuilah bahwa itu benar-benar Nabi Muhammad SAW

Orang yang mengatakan bahwa melihat Nabi Muhammad SAW adalah halusinasi, maka ia tidak memberikan hak Nabi Muhammad SAW sepenuhnya. Ketahuilah itu!

Lalu Maulana bercerita:

Aku punya teman, dia juga sama seorang dokter, pintar lagi, tapi dia punya penyakit yang disebut Bipolar (Bipolar disorder), yaitu penyakit yang menyebabkan seseorang bisa berubah secara drastis dari segi emosional, dari bahagia banget jadi sedih banget.

Ada hari di mana ia bahagia banget sampai gak bisa tidur saking bahagianya, gak berhenti ngobrol saking bahagianya, tapi tiba-tiba jadi sedih sesedih-sedihnya sampai gak mau ketemu sama siapapun. Dan anehnya penyakit ini biasa menyerang orang-orang jenius, orang-orang baik yang punya hati yang lembut, dan doanya itu mustajab, jadi kalau kamu ketemu orang yang punya penyakit ini, mintalah doa darinya!

Kenapa? Karena hari di mana ia merasa sedih itu hari yang sangat menyakitkan, hari yang penuh penderitaan, maka dari itu Allah swt. menganugerahi ia doa yang mustajab karena kesabarannya, bahkan bisa mencapai derajat kewalian. Sakit batin itu lebih menyakitkan dari pada sakit badan.

Nah temanku ini yang juga merupakan dokter, dia sangat pintar tapi takdir Allah dia dikehendaki untuk punya penyakit ini, dia bercerita kalau dia sering melihat Nabi Muhammad SAW di hari ketika dia merasa sedih sekali, seakan Nabi Muhammad SAW datang menghiburnya, mengusap kepalanya. Dan kata-kata yang ia ceritakan itu penuh hikmah, jauh lah kalau itu disebut sebagai halusinasi, maka ketahuilah bahwa melihat Nabi Muhammad SAW itu dijamin benar, meskipun ia kadang mempunyai halusinasi, iya kalau hal lain mungkin berasal dari halusinasi, tapi ini Nabi Muhammad SAW

Yang jadi masalah sekarang, orang-orang itu suka pengen ikut campur dengan perasaan orang lain, dia bilang “aku melihat Rosulullah” saw. lalu kamu bilang “mustahil, itu cuma halusinasi” Memang kamu harus masuk ke diri dia agar bisa ngeliat bareng?! Memang kamu harus masuk ke mimpi dia biar bisa liat Rasulullah SAW bareng?! Sungguh aneh.

Ada orang bilang “aku lapar” lantas kamu bilang “enggak, kamu bohong, kamu gak lapar”, lah emang kamu masuk ke diri dia sampai tau hal itu?!

Orang yang mengingkari tentang melihat Nabi Muhammad SAW secara terjaga biasanya tidak akan pernah melihat Nabi walaupun itu dalam mimpi, Allah halang dari kenikmatan itu. Bahkan terhalang dari derajat kewalian!

—Jawaban Maulana dari pertanyaan salah satu ahbab hari Jumat, 17 September 2021
Sumber tulisan : Fahmi Shihab